Tata Cara Berwudhu Yang Benar

Cara berwudhu yang benar haruslah dipahami oleh setiap muslim sejak dini. Hal ini disebabkan karena semenjak baligh (sekitar umur 10 tahun), anak-anak sudah diwajibkan untuk melaksanakan shalat, dan shalat wajib di dahului dengan wudhu.

Secara umum, wudhu adalah aktivitas bersuci yang dilakukan untuk menghilangkan hadas kecil sebelum kita melaksanakan ibadah, seperti shalat, baca Al-Qur’an dan lain-lain.

Berikut ini cara berwudhu yang benar:

1. Berniat

Berniat wudhu dilakukan di dalam hati, dan tidak perlu dilafalkan dengan mulut. Pelafalan niat dilakukan hanya untuk memperkuat dan memantapkan niat.

2. Membaca Basmalah

Bacaan Basmalah dilakukan sembari mencuci kedua telapak tangan dan sela-sela jari.

3. Membasuh kedua telapak tangan sebanyak 3 kali

Membasuh telapak tangan dimulai dari tangan kanan sebanyak tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan membasuh telapak tangan kiri sebanyak tiga kali. Lakukanlah sembari menyela-nyela jari agar telapak tangan bersih dari kotoran.

4. Berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung sekaligus

Berkumur-kumur dilakukan menggunakan tangan kanan untuk mengambil air. Saat berkumur, hisaplah air ke dalam hidung.

Setelah itu, keluarkanlah kembali air yang digunakan untuk berkumur dengan menggunakan tangan kiri. Berkumur dan menghisap air ke dalam hidung dilakukan sebanyak 3 kali.

5. Membasuh wajah sebanyak 3 kali

Area wajah yang harus dibasuh adalah batas atas adalah pertemuan antara kulit dan rambut di dahi, batas bawah adalah janggut, batas kanan dan kiri adalah telinga masing-masing.

Seluruh area wajah wajib untuk terkena air secara merata. Wajah dibasuh secara sempurna sebanyak 3 kali. Membasuh wajah akan lebih sempurna jika ditambah dengan menyela-nyela jenggot bagi yang punya.

6. Membasuh tangan 3 kali

Membasuh kedua belah tangan dilakukan mulai dari tangan kanan hingga siku-siku sebanyak 3 kali. Setelah itu, bergantian membasuh tangan kiri tiga kali hingga siku-siku. Basuhlah secara merata semua permukaan tangan tanpa ada yang terlewatkan sedikitpun.

7. Membasuh kepala

Membasuh kepala dalam wudhu ada beberapa pendapat yang berlainan. Hal ini tergantung pada madzhab yang digunakan oleh orang tersebut.

Menurut madzhab Syafi’i, membasuh kepala tidak harus seluruh permukaan kepala, akan tetapi hanya sebagian saja. Membasuh kepala dilakukan 3 kali, kemudian dilanjutkan membasuh telinga 3 kali juga baik kanan maupun kiri.

Berdasarkan madzhab Maliki, membasuh kepala harus merata, mulai dari ujung rambut depan hingga kepala bagian belakang. Caranya adalah dengan mengusap kepala dengan dua tangan dari depan ke belakang. Setelah tangan sampai kepala bagian belakang, tangan dimajukan lagi hingga kepala bagian depan sekaligus membasuh kedua telinga.

Menurut madzhab Maliki, membasuh kepala dan telinga cukup dilakukan satu kali saja.

8. Membasuh kaki 3 kali

Membasuh kaki yang wajib adalah mulai dari ujung ibu jari kaki hingga di atas mata kaki. Mulailah membasuh kaki dari kaki sebelah kanan kemudian beralih ke kaki sebelah kiri.

Anda dapat membasuh kaki sampai dengan di atas mata kaki atau bahkan sampai dengan lutut, akan tetapi kewajiban membasuh kaki hanya sampai mata kaki.

9. Berdoa

Berdoa setelah wudhu adalah sunnah yang baik untuk dilaksanakan oleh umat Muslim. Doa setelah wudhu adalah sebagai berikut:

Asyhadu an Laa ilaaha illallahu wahdahu laa sari kalahu.
Waasyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu warasuuluhu.
Allahummaj’alni minattawwaabiin waj’alni minal mutathahhiriin.

Cara berwudhu yang benar perlu diketahui oleh semua umat Muslim yang beriman. Ada beberapa perbedaan cara wudhu pada beberapa langkah tidak menjadi masalah karena semua ada dalilnya dalam melaksanakan cara tersebut.

Perbedaan tidak perlu membuat Anda bingung dan saling menyalahkan satu sama lain.