Cara Mencari Jodoh yang Baik Sesuai Ajaran Islam

Cara mencari jodoh yang baik untuk target lanjut ke jenjang pernikahan sesuai ajaran islam adalah hal yang sering dibicarakan saat ini. Ini terjadi mengingat banyaknya fenomena hijrah yang terjadi di masyarakat.

Tren hijrah merambah dan tumbuh pesat di kalangan masyarakat, mulai dari hijrah secara pakaian (hijab syar’i), hijrah makanan dan obat-obatan halal, hingga hijrah tentang bagaimana cara mencari jodoh yang Islami.

Jodoh merupakan salah satu hal yang dirahasiakan oleh Allah. Anda tidak tahu siapa jodoh Anda. Anda juga tida tahu kapan dan dimana Anda akan bertemu jodoh. Jodoh tidak selamanya ditentukan oleh siapa pacar Anda.

Pacar belum tentu jodoh, dan pacaran dalam Islam adlah sesuatu yang terlarang karena mendekati zina. Bagaimana cara mencari jodoh yang baik?

Berikut ini cara mencari jodoh yang baik sesuai ajaran Islam

Memperbaiki Diri

Islam mengajarkan bahwa, Anda akan mendapatkan jodoh sesuai dengan kapasitas dan kualitas Anda. Orang baik akan mendapatkan jodoh yang baik. Anda tentu menginginkan jodoh yang baik, kan?

Maka cara yang paling realistis adalah dengan memperbaiki diri agar kualitas Anda semakin baik, baik dari sisi agama, kepribadian, finansial, keluarga, dan lain-lain.

Mengapa harus memperbaiki diri? Orang baik tentu ingin mendapatkan jodoh yang baik pula. Bahkan, seburuk-buruknya orang, pasti ingin mendapatkan jodoh yang baik.

Maka tugas Anda adalah menjadi sebaik-baik orang dengan kualitas yang di atas rata-rata orang lain. Jangan lupa untuk meniatkan aktivitas perbaikan diri karena Allah semata. Jangan memperbaiki diri karena Anda ingin dilihat baik oleh calon Anda.

Katakan Tidak pada Pacaran

Pacaran bukanlah jalan yang diizinkan oleh Islam untuk mencari jodoh. Kenapa? Pacaran lebih banyak menunjukkan aktivitas yang tidak Islami, seperti berpegangan tangan, berdua-duaan di tempat sepi, bercanda yang berlebihan, dan cenderung mengarah ke aktivitas perzinaan.

Tidak sedikit, aktivitas pacaran yang hanya berdasarkan rasa cinta sesaat bahkan nafsu belaka.

Tetapkan Standar yang Benar

Menentukan standar untuk calon pasangan adalah hal yang wajar. Hal ini dilakukan agar Anda mendapatkan jodoh sesuai dengan kriteria Anda untuk menjadi istri atau suami. Standar atau kriteria sebaiknya sesuai dengan apa yang diajarkan agama yaitu dari sisi agama, keluarga, keturunan, dan harta.

Aspek paling penting adalah aspek agama. Jodoh Anda sebisa mungkin adalah orang yang memahami dan menagamalkan ajaran agama dengan baik.

Mintalah Bantuan Orang Terpercaya

Anda yang sudah mulai serous mencari jodoh, tidak disarankan untuk mencari jodoh untuk nikah sendirian. Anda yang mencari jodoh sendiri, akan terjebak pada aktivitas pacaran dan hal-hal yang tidak sesuai ajaran Islam.

Jika Anda belum mempunyai calon pasangan, Anda dapat meminta bantuan orang-orang terpercaya dan terdekat Anda untuk membantu mencarikan orang yang cocok dengan Anda.

Orang terpercaya tidak harus keluarga atau saudara. Anda dapat meinta bantuan teman atau ustadz yang Anda percaya.

Misalnya Anda akan mencari jodoh yang sering ikut kajian di masjid tertentu, maka Anda dapat meminta bantuan teman atau ustadz yang sering mengisi kajian tersebut. Insyaa Allah, apa yang direkomendasikan oleh ustadz atau teman adalah yang sesuai dengan kriteria Anda.

Taaruf

Calon yang Anda dapatkan melalui rekomendasi ustadz atau orang terpercaya lainnya belum tentu jodoh Anda. Anda harus mengetahui lebih dalam tentang orang tersebut. Anda dapat mencari tahu melalui aktivitas taaruf.

Taaruf bukanlah mengobrol berdua dan saling menanyakan banyak hal satu sama lain. Taaruf ada aturan yang harus ditaati.

Taaruf dilakukan dengan meminta bantuan teman, saudara atau ustadz yang Anda percaya. Begitu juga calon pasangan, sebaiknya ditemani orang yang terpercaya.

Pada taaruf ini, Anda dapat menanyakan berbagai hal penting yang berkaitan dengan apa-apa yang nantinya pernikahan Anda, baik itu komitmen, kebiasaan-kebiasaan, kelebihan-kekurangan, dan lain-lain. Usahakan semua pertanyaan Anda tentang dia terjawab disini.

Khitbah

Anda yang telah melewati masa taaruf dan menemukan kesepakatan, akan melalui tahap berikutnya yaitu khitbah. Khitbah dapat diartikan sebagai prosesi lamaran. Lamaran melibatkan pihak keluarga kedua belah pihak.

Tujuan dari prosesi lamaran atau khitbah adalah untuk memastikan keputusan untuk melanjutkan pernikahan dan membahas teknis persiapan pernikahan secara umum.

Jika proses lamaran Anda lancar, maka secara resmi kedua keluarga telah sepakat menikahkan anaknya. Selangkah lagi, Anda akan resmi dan halal mendapatkan jodoh impian Anda.

Sah! Dia Resmi Jadi Istri atau Suami Anda!

Inilah momen yang ditunggu-tunggu para pencari jodoh: menikah! Anda akan melewati dua aktivitas yang penting. Pertama adalah akad nikah, yang kedua adalah walimah atau pesta pernikahan.

Selenggarakanlah keduanya (termasuk resepsi yang membutuhkan paket pernikahan) dengan tidak berlebihan dan terlalu mewah. Inti dari akad adalah Anda telah resmi memiliki pasangan baik secara agama maupun negara.

Inti sari dari proses walimah adalah Anda mengundang saudara atau teman untuk hadir dalam syukuran pernikahan Anda.